Tak jarang, orang lain mengatakan ‘ iya, aku mengerti, tapi…’ ketika kita berargumentasi. Mengaku mengerti kenapa kita bisa melakukan ini-itu, mengaku mengerti tentang kita, bahkan merasa mengerti tentang kehidupan kita sepenuhnya. Padahal mereka hanya sedikit sekali bersinggungan dengan kehidupan kita secara langsung. Mereka tidak tahu pasang surut kita, tidak tahu ketika kita terluka, bahkan ketika kita kehilangan seseorang yang amat dekat dengan kita pun mereka tak tahu. Lalu bagaimana mereka bisa mengerti?
No… you don’t know what it’s like to be like me. To be hurt, to feel lost, to be left out in the dark. To be kicked when you’re down, to be like you’ve been pushed around.
Sepenggal lirik Simple Plan mungkin bisa menjadi cermin. Ya, kita tidak pernah tahu bagaimana menjadi seperti orang lain. Dan tak seorang pun tahu seperti apa rasanya menjadi seperti aku. Meski seribu kali mereka bilang mengerti, tapi seribu kali itu pula mereka tak tahu what it’s like. Bahkan dengan empati yang segunung-gemunung, belum tentu mereka tahu rasanya. Karena mereka hanyalah the outsider. Mereka tak pernah mengalami sama persis dengan yang kita alami. Karena setiap pengalaman hidup adalah unik. Dan hanya ada satu yang benar-benar mengerti tentang kita. Dialah Rabb Sang Pencipta Alam Semesta.
Tampilkan postingan dengan label coretan kecil. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label coretan kecil. Tampilkan semua postingan
Kamis, 19 Maret 2009
Selasa, 17 Maret 2009
My Broniez
after all this times...dia datang lagi...dengan cerita yang sama...harapan yang sama...dan kesulitan yang sama,,,
what should I do? mengabaikannya begitu saja... atau give him a chance?
dengan jarak yang tak mungkin didekatkan, pekerjaan yang sulit dimutasikan, akankah hati dan logika menundukkan ego?
you're still a young boy...dan aku tak ingin menyakiti kemudaanmu.
what should I do? mengabaikannya begitu saja... atau give him a chance?
dengan jarak yang tak mungkin didekatkan, pekerjaan yang sulit dimutasikan, akankah hati dan logika menundukkan ego?
you're still a young boy...dan aku tak ingin menyakiti kemudaanmu.
Minggu, 01 Februari 2009
I do miss you
Betapa pun kokoh keangkuhan itu
Betapa pun gigih kemauan itu pernah diperjuangkan
Betapa akhirnya semua melebur menjadi debu
Terbawa angin entah kemana
Sisakan satu kesadaran
Betapa setiap riak kecilnya beri indah tak terperi
Yang kemudian berkumpul dan pecah dalam satu rasa
Dan betapa kini harus kurelakan segala rindu
-depo40, 22 januari 2009, 8.20 PM-
Betapa pun gigih kemauan itu pernah diperjuangkan
Betapa akhirnya semua melebur menjadi debu
Terbawa angin entah kemana
Sisakan satu kesadaran
Betapa setiap riak kecilnya beri indah tak terperi
Yang kemudian berkumpul dan pecah dalam satu rasa
Dan betapa kini harus kurelakan segala rindu
-depo40, 22 januari 2009, 8.20 PM-
Langganan:
Postingan (Atom)
